Jumat, 09 Mei 2014

Seni tari


A.          Pengertian Seni Tari
Seni tari adalah seni yang mengekspresikan nilai batin melalui gerak yang indah dari tubuh atau fisik dan mimic iringan musik secara auditif mendukung kesan visual yang ada.

B.           Eksplorasi Gerak dalam Tari
Sikap dasar adalah sikap sempurna yang menjadi patokan untuk mengawali dan mengakhiri suatu gerakan. Gerakan dasar adalah gerak yang menjadi dasar dari kembangan gerak tari selanjutnya.
Yang termasuk kedalam elemen-elemen komposisi tari antara lain:
a.         Desain Lantai
Desain lantai atau floor design ialah garis-garis di lantai yang dibentuk oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang terbentuk oleh formasi penari kelompok, secara garis besar ada dua pola garis dasar pada lantai yaitu garis garis lurus dan garis lengkung.
b.        Desain Atas
Desain atas atau air design adalah desain yang berada di atas lantai yang dilihat oleh penonton yang tampak terlukis pada ruang yang berada di atas lantai.
C.          Jenis-Jenis Tari
Berdasarkan gayanya seni tari dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
v  Tari klasik
Tari yang memiliki standar estetika yang baku
§   Tari klasik non tradisional
Gerakan tari non tradisional cenderung ingin lepas dari bumi, contoh yang terkenal berasal dari eropa yaitu Balet
§   Tari klasik tradisional
Gerakan tari klasik traditional cenderung berpijak kuat pada bumi contoh tari Indonesia yaitu Tari Lengong (bali).
v  Tari rakyat/tradisional
Tarian rakyat cenderung mudah ditarikan bersama, karena gerakan dan busananya relatif sederhana, contohnya tari Jaipong dan Reok.
v  Tari kreasi
Jenis tarian ini lepas dari standar tari yang baku dirancang menurut kreasi  piñata tari sesuai dengan situasi dan kondisi, dengan tetap memelihara nilai artistiknya baik sebagai penampilan utama maupunsebagai tarian latar. Tari kreasi hingga kini terus berkembang.
D.          Unsur-Unsur Tari
Unsur-unsur seni tari meliputi gerak, tenaga dan tema. Pemahaman tari yang paling mendalam adalah unsure-unsur tari, yang terdiri atas unsure utama dan unsure penunjang.
Yang dimaksud dengan unsur utama ialah unsure yang menjadi elemen dasar, yang tidak dapat ditinggalkan dalam suatu  karya tari. Sedangkan unsur penunjang tari ialah unsur yang keberadaannya menunjang elemen dasar tari.
1.      Unsur Utama Tari
Unsur utama tari adalah gerak-gerak tari selalu melibatkan unsure anggota badan manusia. Unsur-unsur anggota badan tersebut di dalam membentuk gerak tari, dapat berdiri sendiri
2.      Unsur Penunjang Tari
Selain unsur utama diperlukan unsure penunjang. Unsur penunjang terdiri atas make up/tat arias, tata busana, tata iringan, tata lampu, panggung dan tema.
·               Wiraga
Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh atau fisik penari sebagai gerak ekspresi, gerak yang dimaksud bukanlah gerak sehari-hari melainkan gerak yang telah diberi bentuk lain, baik diperhalus, dipertegas, maupun dirombak. Dalam tari ada dua macam gerak yaitu:
-          Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dilakukan sebagai hasil eksplorasi gerak yang ada di alam ini selain gerak manusia, misalnya hewan, tumbuhan atau benda lain yang memiliki cirri gerakan tertentu.
-          Gerak imalinatif adalah gerak rekayasa manusia dalam membentuk suatu tarian, terdiri dari gerak maknawi dan gerak murni. Gerak maknawi ialah gerak tari yang mengandung arti atau mempunyai arti tertentu. Sedangkan gerak murni ialah gerak yang tidak mengandung arti, namun masih mengandung unsur keindahan gerak.
·               Wirama
Wirama ialah sutau pola untuk mencapai gerakan yang harmonis, di dalamya terdapat pengaturan dinamika seperti aksen dan tempo tarian. Ada dua macam wirama untuk tari yaitu:
-                Wirama tandak ialah wirama yang tetap dan murni dengan ketukan dan aksen yang berulang-ulang dan teratur.
-                Wirama bebas ialah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan aksen yang berulang-ulang dan teratur
·               Wirasa
Wirasa merupakan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian, seperti tegas, lembut, gembira, dan sedih yang diekspresikan melalui gerakan dan mimic wajah sehingga melahirkan keindahan.
E.           Nilai Pendidikan dalam Seni Tari
Pelajaran tari bukan bertujuan untuk mempelajari sikap gerak saja, namun juga sikap mental, kedisiplinan, sehingga pendidikan tari itu menjadi media pendidikan.
Dalam bukunya tentang pendidikan Ki Hadjar Dewantara menyebutkan bahwa tari anak-anak akan memberi pengeruh terhadap ketajaman pikiran, kehalusan rasa dan kekuatan kemauan serta memperkuat rasa kemerdekaan . rudoiph Steiner menyebutkan bahwa pengaruh ritme atau wiromo dalam iringan tari akan dapat digunakan sebagai media untuk mencapai budi pekerti yang harmonis. Dari dasar-dasar tersebut dapat ditunjukkan bahwa pendidikan tari adalah sarana bagi usaha pembentukan pribadi anak, hal ini mengingat usia anak-anak di tingkat sekolah dasar secara umum haus akan eksprasi, Hal ini harus disalurkan dalam pendidikan kesenian, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam penuangan ekspresi ketika anak SD itu menginjak sekolah lanjut. Disinilah pentingnya pelajaran kesenian dipahami sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia.
Seni sebagai bagian dari isi kebudayaan merupakan ungkapan ekspresi jiwa dari pelakunya terbukti mampu mengakumulasikan beberapa keteladanan yang dituangkan dalam makna-makna simbolis lewat berbagai medium, salah satunya adalah gerak.

Untuk memahami seni secara utuh tidak dapat lepas dari faktor-faktor pendukung  yang akan membentuk karakteristik seni itu sendiri. Ungkapan ekspresi yang ada dalam  seni secara umum akan terkait dengan tingkat emosional dari pembuat ataupun pelakunya. Faktor psikologis dan tingkat perkembangan emosional anak perlu kiranya diketahui lebih dahulu tujuan tari itu diberikan kepada anak, sehingga visi dan misi pembelajaran tari kepada anak dapat tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar